RECRUITMENT & SELECTION STRATEGY (JAKARTA, SEPTEMBER 27-28, 2016)

Tantangan untuk mendapatkan SDM unggul di era digital adalah bagaimana mendapatkan bibit unggul dari generasi melenial yang semakin mendominasi di pasar tenaga kerja. Kesuksesan perusahaan dalam menjalankan usaha sangat tergantung dari bagaimana mereka mendapatkan talent terbaik untuk organisasinya Banyak cara yang ditawarkan dalam mendapatkan karyawan, namun masih sedikit yang memahami proses mendapatkan SDM yang terbaik di era digital seperti saat ini untuk masa depan perusahaan. Perebutan terjadi ketika sebuah perguruan tinggi meluluskan sarjananya dan langsung dijemput ke kampus dengan berbagai tehnik seleksi untuk memudahkan calon karyawan menjalankan seleksi. Bahkan proses rekrutmen online juga sudah menjadi trend bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mempercepat mendapatkan calon karyawan dari pasar tenaga kerja yang ada. Akan tetapi kemudahan mendapatkan kandidat ternyata menyisakan persoalan penting yaitu bagaimana menyeleksi dari ribuan kandidat untuk mendapatkan yang terbaik bagi perusahaan. Meskipun Alat seleksi yang berkembang saat ini mampu mendeteksi kebutuhan perusahaan akan SDM yang memiliki komptensi unggul yang diperlukan perusahaan, namun keberhasilan seorang recruiter masih diperlukan jam terbang dan pengalaman-pengalaman sebagai recruiter dalam berbagai kebutuhan

INDUSTRIAL & EMPLOYEE RELATION (JAKARTA, OCTOBER 25-26, 2016)

Peran hubungan industrial yang harmonis dalam menarik simpati Investor tidak perlu diragukan lagi. Karena Investor sudah pasti memiliki harapan bahwa dana investasi tidak akan hilang gara-gara hubungan industrial di Indonesia memiliki kecenderungan tidak harmonis. Situasi yang harmonis antara pekerja/buruh dengan pengusaha tidak terlaksana dengan baik lantaran kurangnya komunikasi dengan efektif antara pekerja dengan pengusaha. Ditambah lagi unsur eksternal perusahaan yang senantiasa mempengaruhi perilaku pekerja. Banyak perusahaan yang setiap tahun mengahadapi demo dari karyawannya, karena ada berbagai kepentingan antara buruh dan pengusaha yang tidak sepaham. Selain banyak contoh perusahaan yang kurang berhasil dalam hubungan kerja dengan para karyawan, namun banyak pula perusahaan yang berhasil sukses dalam membangun hubungan kerja dengan karyawannya. Mereka yang berhasil membangun hubungan yang harmonis, tentunya memiliki kesamaan kepentingan dan mempunyai alasan yang positif dalam membangun hubungan kerja yang harmonis. Hal ini tentunya dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dalam mencapai hubungan yang harmonis. Mereka sadar bahwa apa yang dikerjakan merupakan bagian dari kepentingan bersama antara manajemen atau pemilik kerja maupun dengan pekerja. Selain itu terciptanya hubungan industrial yang harmonis, akan menciptakan produktivitas dan memperlancar kelangsungan usaha. Memang masalah hubungan industrial di Indonesia perlu secara terus menerus mencari formula yang tepat, tidak saja pada aspek hukum akan tetapi lebih pada aspek manajerial. Pendekatan manajemen akan memiliki kekuatan sendiri yang jauh lebih efektif dibanding dengan pendekatan hukum semata. Pendekatan hukum adalah bagian akhir dari penyelesaian masalah hubungan industrial apabila secara manajerial tidak mampu diselesaikan. Bagaimana kiat menjalankan manajemen hubungan industrial yang sehat dan harmonis?